Pengalaman Kadang Bukan Segala-galanya...

Friday, July 16, 2010

PENGALAMAN, kata teman saya, bukanlah segala-galanya. Orang yang berpengalaman, kata teman saya lagi, umumnya cendrung jumawa dan celakanya dia memandang rendah orang lain dengan segala tetek begeknya. Dan fenomena inilah sesungguh yang seringkali ditemui di mana saja. Bisa jadi di rumah atau di tempat bekerja.

Yang penting, ujarnya, adalah mau belajar dan terus belajar, selain itu juga harus punya impian. Dengan demikian, lanjut dia, orang tersebut bisa jadi mengalahkan orang yang tadinya merasa berpengalaman di bidang tertentu, semisal, pengalaman di bidang olahraga, sebut saja sepak bola.

Nah, teman saya ini, mencoba mengkaitkan soal pengalaman ini dengan hajatan Piala Dunia yang belum lama ini digelar. Dalam perspektif dia, sejumlah tim-tim: Inggris, Jerman, Brasil, dan Argentina yang cukup banyak pemain berpengalaman, malah tumbang di tengah perjalanan.

Apalagi Inggris, padahal tim ini diisi banyak pemain-pemain yang berpengalam alias pemain bintang. Mungkin karena pemain merasa banyak pengalaman, maka ia sulit diatur oleh pelatih. Akibatnya, kerjasama tim dan hubungan dengan pelatih pun tidak harmonis. Lalu yang terjadi kemudian adalah kekalahan.

Soal sikap merasa banyak pengalaman atau tidak. Paling tidak kita bisa belajar dari Thomas Mueller, pemain tim nasional Jerman, yang baru-baru ini dianugrahi penghargaan sepatu emas di Piala Dunia (PD) 2010. Muller bukanlah pemain yang sudah berpengalaman di kancah Piala Dunia.Tapi dia bisa menyingkirkan pemain- pemain bintang lainnya.

Muller yang baru berusia 20 tahun ini, justru memulai debut internasional-nya pada bulan Maret tahun ini. Dia tampil mengesankan di Afsel dan mencetak lima gol. Perolehan gol itu sama dengan David Villa, Wesley Snijder dan Diego Forlan. Namun, Mueller lebih unggul karena menciptakan tiga assist.

Selain meraih sepatu emas, Mueller juga meraih penghargaan pemain muda terbaik PD 2010. Dia mengalahkan dua kandidat lain: penyerang Mexico Giovani Dos Santos dan gelandang Ghana Andre Ayew.

"Ini penghargaan besar untuk menjadi bagian dari kelompok termasuk Pele, Franz Beckenbauer, Michael Owen, dan pemenang sebelumnya, Lukas Podolski. Bagi saya pribadi, ini penegasan atas kerja saya selama bertahun-taun belakangan ini," katanya merendah.

"Saya senang jalan besar saya berlanjut di sini, dan saya sangat menikmatinya juga. Penghargaan ini akan bersama saya sepanjang masa, dan juga tanda mata yang mengagumkan," ujar Muller menambahkan.

Nah, sampai di sini. Saya hanya ingin mengatakan, buat saya pengalaman dan mungkin sebagian orang bukanlah segala-galanya. Terpenting kita mau kerja keras dan belajar.Tanpa itu, kita hanya jalan di tempat.

Muller bukanlah sosok pemain yang berpengalaman merumput di Piala Dunia. Tapi dia sukses meraih apa yang diimpikan banyak pemain. Kuncinya adalah belajar dan terus belajar. Muller hanyalah salah satu contoh. Masih banyak contoh-contoh lain yang bisa kita ambil hikmahnya. (*)

0 comments:

Post a Comment