Jasa Raharja dan Meningkatnya Lakalantas

Thursday, December 23, 2010
"Tadi saya liat iklan Jasa Miharja di televisi, eh Jasa Raharja maksudnya, walah lucu bangat iklannya".

Begitulah status seorang teman di dinding facebooknya. Ya, teman saya yang satu ini memang penggemar aktor komedian asal Betawi, Jaja Miharja. Wajar saja kalau kemudian hari ia sering menirukan kalimat yang diucapkan Jaja Miharja, yakni "Bukan Jaja Miharja tapi Jasa Raharja.

Ya, Jaja Miharja memang sedang tidak melawak, tapi ia sedang menjadi bintang iklan Jasa Raharja, sebuah perusahaan asuransi kerugian negara, yang pada Januari mendatang bakal berusia 50 tahun.

Langkah sosialisasi jitu yang diambil Jasa Raharja dengan menggaet Jaja Miharja ternyata membuahkan hasil yang sangat positif dari masyarakat. Alhasil, Jaja Miharja menjadi icon baru Jasa Raharja.

Sebagai perusahaan yang hampir berusia setengah abad. Jasa Raharja janganlah berpuas diri dengan capaian yang ada. Ada baiknya Jasa Raharja melakukan inovasi-inovasi untuk mendekatkan diri pada masyarakat.

Apalagi saat ini tingkat kecelakaan lalu lintas kian meningkat saja. Tanpa langkah ini, tentu kehadiran Jasa Raharja di tengah-tengah masyarakat tidak ada artinya.

Untuk konteks Bandar Lampung, Jasa Raharja juga giat melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Beberapa bulan yang lalu kita mendengar Jasa Raharja bersama Polda Lampung dan Dinas Perhubungan Provinsi Lampung menggelar dialog publik yang digelar di Universitas Lampung.

Tentu saja dialog publik tersebut membawa isu strategis tentang kecelakaan lalu lintas (lakalantas).Mengingat saat ini mobilitas angkutan saat ini cukup tinggi dan itu sangat beresiko menyebabkan lakalantas.

Terkait meningkatnya korban lakalantas adalah usia produktif, maka patut diapresiasi jika Jasa Raharja menggandeng Polda, Dishub dan untuk bersama-sama mengurangi resiko lakalantas.

Selain menggelar dialog publik, Jasa Raharja Lampung juga membagi-bagikan helm dan kaus tangan kepada para pengendara sepeda motor di beberapa jalan utama Kota Bandar Lampung. Dalam kegiatan ini mereka mengandeng Polresta Bandar Lampung dan Unila. Langkah ini lagi-lagi adalah dalam rangka sosialisasi untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Provinsi Lampung.

Tentu dalam setiap sosialisasinya, Jasa Raharja selalu mengimbau agar para pengendara kendaraan bermotor senantiasa berhati-hati dan mematuhi rambu lalu lintas. Selain itu, juga meminta kepada para korban lakalantas maupun ahli warisnya agar dapat mengurus santunan Jasa Raharja melalui prosedur yang telah ditetapkan .

Sekadar mengingatkan Jasa Raharja, berdasarkan data lakalantas di wilayah Kota Bandar Lampung, pada kurun waktu 2008-2010 pelajar SLTA paling mendominasi jumlah pelaku kecelakaan lalu lintas.

Dari tahun 2008-2009 sampai 2010 (Jan-Nov), berdasarkan kriteria pendidikan, jumlah pelaku lakalantas dari pelajar SLTA mencapai angka 954 orang.

Disusul pelajar SMP dengan jumlah pelaku 329 orang, di bawahnya mahasiswa dengan jumlah pelaku sebanyak 210 orang. Urutan terakhir, dari pelajar SD jumlah pelakunya sebanyak 63 orang. Sedangkan untuk jenis kendaraan, sepeda motor menempati urutan pertama dengan jumlah 1.972 motor dari empat jenis kendaraan yang digunakan pelaku lakalantas.

Di bawah kendaraan motor, mobil pribadi mencampai 421 kendaraan, disusul kendaraan jenis pickup dan truk sebanyak 245 kendaraan, dan terakhir kendaraan jenis bus sebanyak 39 kendaraaan.

Untuk mobil pribadi terdiri dari jenis, minibus, sedan dan jeep. Selain itu ada 78 kendaraan yang mengalami laka tunggal dari berbagai jenis kendaraan.

Dengan data-data ini, Jasa Raharja tentu ditantang untuk lebih giat lagi melakukan sosialisasi dan hal ini tidak hanya cukup dilakukan di jalan-jalan atau di kampus-kampus. Maka ada baiknya Jasa Raharja bisa terus menerus melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah, baik itu SD, SLTP hingga SLTA.

Jasa Raharja juga mesti melibatkan diler-diler sepeda motor untuk melakukan sosialisasi. Mengapa mesti diler? Pasalnya merekalah yang menjual kuda besi tersebut kepada masyarakat untuk mengisi jalan-jalan yang ada di kota ini.

Sekadar catatan saja, hingga bulan ke-11, total pasar kendaraan roda dua sudah mencapai 6.881.893 unit. Berarti, jumlah tersebut tercatat sebagai rekor baru setelah melewati angka tertinggi 6.215.831 unit yang diukir pada 2008.

Padahal, tahun pemasaran 2010 masih sisa satu bulan lagi. Dengan tambahan 620.000 unit dari penjualan rata-rata bulanan, maka prediksi total tahun ini bisa menembus 7,4 juta unit, atau naik 27,5 persen dari tahun lalu 5,8 juta unit.

Data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) menyabutkan, Honda masih memimpin penjualan dengan 3.202.979 unit atau menguasai 46,54 persen pangsa pasar. Sementara Yamaha membayang di belakang dengan 3.095.072 unit (44,97 persen), diikuti Suzuki menorehkan 484.276 unit (7,04 persen), Kawasaki 79.566 unit (1,16 persen), TVS 18.185 unit (0,26 persen), dan Kanzen 1.815 unit (0,03 persen).

Hasil ini tentu membawa kabar yang baik bagi perkembangan industri otomotif kita.Namun juga bisa jadi kabar buruk bagi kita semua, sebab dengan demikian, maka peluang untuk terjadi lakalantas akan semakin besar.

Oleh karena itu, ada baiknya diler-diler motor juga menjalin sinergi yang lebih baik lagi dengan Jasa Raharja. Kalau perlu Jasa Raharja 'jemput bola', sehingga sosialisasi untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Provinsi Lampung akan berjalan lebih maksimal.


0 comments:

Post a Comment