Obama dan Mimpi Perdamaian di Afghanistan

Friday, June 25, 2010
KANTOR Berita British Broadcasting Corporation (BBC) baru-baru ini memberitakan bahwa panglima militer tertinggi AS di Afghanistan, Jenderal Stanley McChrystal, dicopot dari jabatannya setelah mengecam pejabat senior pemerintah Presiden Obama.

Jenderal McChrystal digantikan oleh Jenderal David Petraeus, yang memimpin strategi penambahan pasukan di Irak.

Dalam profil yang dimuat di majalah Rolling Stone, Jenderal McChrystal dan stafnya melontarkan komentar yang merendahkan Obama dan sejumlah pejabat senior lain, termasuk Wakil Presiden Joe Biden.

Barack Obama sendiri mengatakan, strategi Amerika di Afghanistan akan tetap sama meskipun ia memutuskan untuk mengganti jenderal tertinggi yang memimpin perang di sana. Obama bersikeras adanya persatuan tujuan di Afghanistan. Ia yakin Jendral Petraeus memahami strategi Amerika di Afghanistan karena ia ikut membentuknya.

Sebelumnya, dalam kunjungan perdananya ke Afghanistan, Barack Obama menjelaskan keberadaan pasukan Amerika di negeri itu adalah untuk menciptakan perdamaian di negeri itu.

Saat berpidato di hadapan pasukan militer dan warga sipil di Pangkalan Udara Bagram, Kabul, Obama mengucapkan penghargaan dan rasa terima kasihnya kepada seluruh pasukan yang bertugas dan menegaskan mereka akan mencapai kemenangan di Afghanistan.

"Kalian di sini adalah untuk menjamin keselamatan dan keamanan Amerika," kata Obama.

Dalam kunjungan yang hanya beberapa jam itu, Obama sempat bertemu Presiden Hamid Karzai. Obama mengatakan, dia ingin melihat kemajuan dalam upaya Afghanistan mengatasi korupsi dan penyelundupan obat-obatan terlarang.

Sejalan dengan kebijakan Barack Obama, Perdana Menteri baru Australia, Julia Gillard, secara tegas mendukung aksi militer di Afghanistan. Sebelumnya, Australia telah mengirim 1.550 tentara di Afghanistan. Kebanyakan dari mereka melatih anggota baru Tentara Nasional Afghanistan.

Sementara, seperti yang di lansir Kantor Berita Voice of America (VoC), bulan Juni ini menjadi bulan yang paling banyak jatuh korban pasukan Amerika Serikat dan internasional di Afghanistan sejak konflik itu mulai.Sedikit 79 tentara telah tewas bulan ini.(*)

0 comments:

Post a Comment