PSSI Vs LPI Makin Seru

Tuesday, February 15, 2011
PERSATUAN Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) rupanya tidak main-main dalam merespon kehadiran (Liga Primer Indonesia) LPI yang digagas pengusahan Arifin Paniogoro.

Setelah  mereka menganggap kehadiran LPI ilegal. Belum lama ini, Sekretaris Jenderal PSSI Nugraha Besoes, menyebut para pemain asing di LPI hanya merupakan kuli cangkul di negara mereka masing-masing.

Menurut Besoes, pemain asing yang akan bermain di Indonesia harus melalui aturan-aturan PSSI. Mereka juga harus diseleksi dan minta izin ke PSSI. Namun, hal ini tak dilakukan oleh para pemain asing di LPI.

"Bisa saja mereka itu kuli cangkul di negaranya, kan bisa. Karena, mereka itu tidak melewati tahapan seleksi FIFA. Lalu siapa yang melakukan seleksi. Mana kita tahu kan," kata Besoes di hadapan para wartawan.

Aksi PSSI rupanya tidak hanya omongan  yang menohok itu. Konkritnya, PSSI melalui Komisi Disiplin (Komdis) menetapkan hukuman terhadap 17 wasit yang bertugas di LPI.

Tidak main-main. Melalui situs resminya, PSSI secara terang benderang mencabut sertifikat atau lisensi sebagai wasit nasional C-1, serta C-2 dan C-3. Mereka juga diputuskan tidak boleh melakukan aktivitas dalam kompetisi sepak bola di bawah naungan PSSI selama seumur hidup.

Mereka adalah jajaran perangkat pertandingan, seperti wasit, dua asisten wasit, serta wasit cadangan dan pengawas pertandingan yang bertugas di LPI seluruhnya berasal dari korps perwasitan PSSI.

Dengan langkah ini, tentu saja konflik PSSI versus LPI makin meruncing saja. Kalau hal ini dibiarkan saja akan merusak kredibilitas PSSI di mata masyarakat dan juga FIFA. Karena itu, ada baiknya pemerintah (Menpora), PSSI, dan LPI  untuk duduk bersama untuk mencari solusi yang paling terbaik bagi kemajuan sepakbola di negeri ini.

Kita tidak ingin konflik ini justru menghambat kebangkitan sepakbola yang telah tidur sejak lama.Sehingga kita bisa bersaing dengan negara-negara tetangga. Hidup sepak bola Indonesia!!! (*)

0 comments:

Post a Comment